SUNGAI CITARUM DAN KEINDAHAN ALAMNYA

Sungai Citarum merupakan sungai yang terpanjang di Jawa Barat. Hulu sungainya terletak di Kampung Pajaten, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

hulu sungai citarum

Hulu sungai Citarum memang jauh dari kawasan perkotaan. Jika kita akan berkunjung kesana, maka disepanjang perjalanan menuju hulu sungai ini akan tampak banyak perkebunan sayuran dan perkebunan teh.

Sesampai disana, kita akan disuguhi oleh banyaknya pohon eucalyptus (kayu putih) yang ada di pinggir jalan hingga mengelilingi situ Cisanti yang merupakan salah satu mata air di sungai ini yang dibendung menjadi sebuah danau buatan.




Udaranya yang sejuk akan membuat kita merasa damai dan tenang saat berada disana. Hanya ada rimbunan pepohonan dan hamparan danau yang luas begitu indah dalam pandangan mata. Di danau Cisanti pun kita bisa memancing ikan yang ada didalamnya.

SUNGAI CITARUM

hulu sungai citarum

Situ Cisanti dahulu menjadi kekayaan alam yang tersembunyi di lembah hutan eucalyptus dan pohon-pohon lainnya. Meskipun begitu, disana terdapat juga mata air Cikahuripan atau masyarakat didaerah sana menyebutnya Pangsiraman yang dari sejak dulu hingga saat ini sering dijadikan sebagai tempat ritual khusus seperti halnya mandi didalam sungai yang sumber airnya dari mata air Cikahuripan tadi.

Ritual ini dilakukan oleh banyak orang, baik dari dalam maupun dari luar daerah Kecamatan Kertasari yang dipercaya bisa menjadikan awet muda, mempermudah mendapatkan jodoh dengan cepat, melancarkan usaha, bisa naik jabatan, dan sebagainya.

Di dalam Pangsiraman ini juga terdapat makam yang konon katanya merupakan makam leluhur hulu sungai Citarum yang dijaga oleh kuncen disetiap harinya.

hulu sungai citarum

Kini situ Cisanti menjadi lebih luas setelah dilakukan pelebaran danau sekitar tahun 2007 silam. Dan saat ini situ Cisanti telah menjadi objek wisata yang semakin berkembang dan populer, hingga semakin banyak pula para wisatawan yang berkunjung kesana, baik dengan tujuan untuk berwisata maupun untuk melakukan ritual bagi mereka yang meyakininya.

Baca Juga : perjalanan maung bandung

Ditambah dengan adanya beberapa penginapan yang dibangun dari kayu menambah nilai tradisi yang bersahaja di tengah perkembangan zaman yang semakin modern seperti saat ini.

Berbeda dengan alam yang masih sejuk tanpa polusi dan hamparan danau dari mata air yang masih jernih di daerah hulu sungai, aliran sungai Citarum saat ini termasuk salah satu sungai yang beracun dan berbahaya di dunia.

Bagaimana tidak..! Mulai dari aliran sungai ini yang masih berada dekat dengan hulu sumgai, banyak masyarakat yang membuang kotoran hewan peliharaan seperti sapi ke sungai Citarum ini.

Belum lagi ditambah pabrik-pabrik yang menjulang tinggi di belantara kota menjadikan air sungai ini berubah warna dan berbau tidak sedap hingga mengeluarkan buih yang menjijikan akibat limbah yang dibuang langsung oleh pihak pabrik.

Limbah-limbah kotoran hewan dan pabrik inilah yang menyebabkan air sungai ini menjadi tercemar dan kerap kali mengganggu kesehatan masyarakat yang bergantung pada pemanfa’atan air sungai Citarum ini, baik dengan atau tanpa disadari.

Ada lagi pemandangan yang kurang menyenangkan dibalik indahnya hulu sungai Citarum ini. Di musim hujan, seringkali kita mendengar berita bahwa daerah hilir aliran sungai ini terkena banjir.

Bahkan disetiap tahun musim penghujan, di pastikan ada daerah darurat banjir karena meluapnya sungai ini.

Kita kembali pada keadaan di daerah hulu sungai Citarum yang kini hutan-hutannya telah gundul dan beralih fungsi sebagai usaha perkebunan. Bukit-bukitnya saat ini dipenuhi dengan berbagai macam tanaman sayuran tanpa ditanami pepohonan.

Terkadang, jika musim hujan datang, longsor pun kerap melanda jalan raya dibawah perbukitan yang ditanami sayuran itu.

Hal itu juga merupakan salah satu penyebab terjadinya bencana banjir di daerah hilir sungai Citarum. Dengan berkurangnya pohon-pohon di daerah hulu, membuat air hujan tidak terserap sempurna oleh tanah dan semakin deras terdorong oleh arus sungai yang deras pula pada saat hujan turun hingga terbawa dengan sangat cepat ke daerah hilir dan didukung dengan kurangnya kesadaran mayarakat yang membuang sampah sembarangan ke sungai.

Dengan begitu, tentu saja bencana banjir tidak dapat dicegah dan pasti akan berlangsung terus-menerus disetiap tahunnya pada saat musim hujan tiba.

Begitulah keadaan aliran sungai Citarum yang sungguh memprihatinkan. Berbeda jauh dengan hulu sungainya yang masih asri dan terlindungi oleh hutan eucalyptus yang rindang.

Semoga kita semua masih bisa untuk terus mempertahankan keasrian alam yang telah menjadi sumber kehidupan banyak orang sejak dahulu hingga saat ini.

 

M. Mahendra Maskur Sinaga
Wajib BACA, Anda Pernah Copas Status Pengacara M. Mahendra Maskur Sinaga, S.H., M.H., M.H.D di Wall Facebook anda? Ternyata ini dia fakta sesungguhnya
cara menghilangkan jerawat
Menakjubkan Dalam Semalam, Jerawat Bandel Hilang dan Tidak Muncul Lagi Dengan Daun Kemangi
Dalam 2 Menit”’ Mata Jadi Jernih”Asam Urat Sembuh Total” Diabetes dan Kanker Akan Terobati”’Dengan Daun Kelor.. Tolong Bagikan Begini Cara Meramunya !
bahaya nasi dari magic com
Mamah Muda Harus Tau.. Ini Bahaya Nasi Dari Magic Com Yang Disembunyikan Dari Publik!