Tragedi Banjir Bandang Garut

Kondisi setelah Banjir Bandang Garut

Banjir bandang adalah banjir di daerah permukaan rendah yang terjadi akibat hujan yang turun terus-menerus dan muncul secara tiba-tiba. Banjir bandang garut terjadi saat penjenuhan air pada aliran sungai terhadap tanah di wilayah garut berlangsung dengan sangat cepat dalam artian air hujan tidak dapat menyerap lagi kedalam tanah. Air yang tergenang lalu berkumpul di daerah-daerah dengan permukaan rendah dan mengalir ke daerah yang lebih rendah lagi. Akibatnya semua benda yang dilewatinya dapat tergenang air (banjir bandang) secara tiba-tiba.

Banjir Bandang Garut

Ada dua faktor utama penyebab banjir bandang,  yaitu intensitas curah hujan dan kecepatannya. Air hujan yang biasa mengalir dengan lambat,saat hujan turun akan mengalir lebih deras. Untuk itu sungai yang lebar sangat diperlukan untuk manampung air dengan kapasitas yang banyak terutama saat hujan turun agar tidak terjadi peluapan air sungai. Jika daerah resapan air berkurang, seperti karena penggundulan hutan,maka intensitas air dapat meningkat lebih cepat dan bisa menyebabkan terjadinya banjir bandang.

Hujan yang turun sangat deras memerlukan serapan tanah yang memadai agar terhindar dari bencana alam seperti banjir. Namun,jika saat ini telah banyak hutan yang di alih fungsikan dan berkurangnya pohon-pohon yang bisa menyerap air hujan tadi,kemudian adanya trotoar di daerah perkotaan juga bisa mencegah tanah secara alami menyerap air hujan.Jalan-jalan dan gedung-gedung tinggi yang berdiri kokoh dapat mengubah dan mempersempit aliran sungai hingga membuat arus sungai semakin deras saat banjir bandang terjadi dan dapat membahayakan nyawa banyak orang.




Banjir bandang biasanya terjadi dalam waktu yang singkat dengan ketinggian air yang sangat cepat meningkat. Namun, kekuatan banjir ini dapat menggulung batu, mencabut pohon dari tanah dan menghancurkan bangunan-bangunan.

Banjir bandang ini bisa terjadi dimanapun saja. Di sepanjang sungai, garis pantai,di daerah perkotaan,bahkan di sungai keringpun bisa terjadi banjir bandang apabila hujan turun dengan deras.

Seperti halnya tragedi banjir bandang Garut yang terjadi pada hari Selasa,20 September 2016 lalu. Banjir ni terjadi karena meluapnya sungai Cimanuk yang menggenangi beberapa daerah di Kabupaten Garut.

Banjir di Garut ini terjadi karena Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk sudah rusak dan didukung dengan turunnya curah hujan yang sangat tinggi saat itu.Sehingga menyebabkan datangnya banjir bandang.

Menurut Kepala Pusat Informasi dan Humas BNPB Sutopo Nugraha menyatakan bahwa rusaknya DAS sungai Cimanuk dilihat dari parameter Kohefisien Rezim Sungai (KRS).Dimana parameter KRS Cimanuk rumahnya telah diatas batas normal.Kohefisien Rezim Sungai adalah perbandingan debit maksimum pada saat banjir dengan minimum pada saat tidak terjadi banjir.

Sutopo juga mengatakan bahwa kerusakan DAS Cimanuk terlihat ketika hujan lebat yang menyebabkan air pasang meluber ke permukaan,sehingga menimbulkan banjir bandang sampai ke pemukiman penduduk.

Bencana alam ini telah menyebabkan kerusakan tempat tinggal dan harta benda warga yang tertimpa banjir.Selain itu  juga telah menelan banyak korban meninggal dunia dan hingga saat ini masih ada korban jiwa yang belum ditemukan.Banyak juga warga yang kini tinggal di pengungsian yang sudah disediakan oleh pemerintah setempat.

Meskipun penyebab banjir bandang ini adalah karena luapan air sungai Cimanuk,namun sudah seharusnya kita mulai berbenah diri dan memperbaiki segala tindakan buruk kita terhadap alam.Jaga alam kita agar tetap memberikan manfa’at untuk kehidupan kita dan untuk masa depan generasi muda yang akan datang.Jangan ada lagi penebangan pohon di hutan yang membuat hutan menjadi gundul. Karena dengan adanya kelestarian hutan akan mempengaruhi kehidupan kita dan setidaknya bisa mengurangi resiko berbahaya dari banjir bandang.

BACA JUGA: Stres dalam Pandangan Islam

Jika alam kita lestarikan,maka alampun akan memberikan keuntungan yang sama terhadap kehidupan manusia.Namun,jika alam terus kita rusak maka alampun akan marah terhadap manusia dan bencana yang terjadi ini adalah karena kesalahan manusia sendiri yang selama ini tidak menjaga dan melestarikan alam dengan baik.

Semoga kita dapat mengambil pelajaran dan hikmah dari tragedi banjir bandang Garut ini.Ingatlah bahwa Allah telah menunjukkan salah satu tanda kekuasanNya melalui bencana alam ini.Semoga kita menyadari akan peringatan dari Allah ini dan menjadikan kita semakin mendekatkan diri kepadaNya.

“Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota,sebelum Dia mengutus di ibu kota itu seorang Rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota,kecuali penduduknya dalam melakukan kezhaliman.” (Q.S.Al-Qasas:59)

Wallohu ‘alam……

M. Mahendra Maskur Sinaga
Wajib BACA, Anda Pernah Copas Status Pengacara M. Mahendra Maskur Sinaga, S.H., M.H., M.H.D di Wall Facebook anda? Ternyata ini dia fakta sesungguhnya
cara menghilangkan jerawat
Menakjubkan Dalam Semalam, Jerawat Bandel Hilang dan Tidak Muncul Lagi Dengan Daun Kemangi
Dalam 2 Menit”’ Mata Jadi Jernih”Asam Urat Sembuh Total” Diabetes dan Kanker Akan Terobati”’Dengan Daun Kelor.. Tolong Bagikan Begini Cara Meramunya !
bahaya nasi dari magic com
Mamah Muda Harus Tau.. Ini Bahaya Nasi Dari Magic Com Yang Disembunyikan Dari Publik!